Fakta di Balik Runtuhnya Beberapa Bisnis Waralaba Giant

Fakta di Balik Runtuhnya Beberapa Bisnis Waralaba Giant

Fakta di Balik Runtuhnya Beberapa Bisnis Waralaba Giant

 

 

Fakta di Balik Runtuhnya Beberapa Bisnis Waralaba Giant. Bisnis waralaba yang selama ini kita lihat adalah enaknya saja dan mengira bahwa semua bisnis waralaba pasti untung dan mendapatkan banyak omzet. Meskipun pada kenyataannya demikian, namun tidak semua waralaba mendapatkan omzet fantastis. Seperti baru- baru ini yang terjadi pada Giant Supermarket yang diklaim sebagai bisnis waralaba besar, mereka justru baru saja menutup beberapa gerainya untuk menstabilkan lini bisnis mereka.

Tutupnya beberapa gerai bisnis waralaba Giant supermarket menimbulkan banyak opini masyarakat yang mungkin ada sebagian yang benar dan juga ada yang salah kaprah. Beberapa masyarakat menganggap Giant supermarket menutup beberapa gerai mereka karena sudah kalah saing dengan supermarket- supermarket lain yang jauh lebih murah dan memberikan pelayanan lebih. Ada juga yang menganggap bahwa toko onlinelah yang menjadi alasan tutupnya perusahaan retail satu ini.

Baru- baru ini pihak Giant supermarket menutup 6 gerai mereka yang ada dikawasan Jakarta. Bahkan, Giant di Jawa Timur tepatnya di Sawojajar Malang juga ditutup. Runtuhnya beberapa bisnis waralaba Giant ini menimbulkan beberapa spekulasi yang berbeda. Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa pihak Giant menutup gerai mereka. Salah satu alasan yang krusial adalah karena mereka ingin memperbesar lini disektor bisnis luar makanan, yaitu GUARDIAN dan IKEA.

Alasan lain yang juga cukup masuk akal yaitu adanya perubahan pola konsumen. Memang persaingan di bisnis retail makanan sekarang ini semakin ketat dan berkembang. Namun bukan itu yang menjadi pokok permasalahannya. Meskipun persaingan ketat, sebenarnya jika diteruskan dengan sedikit inovasi tentu tidak akan menjadi masalah. Namun mereka lebih memilih untuk menutup gerai mereka guna merespon perubahan pola konsumen yang terjadi.

Sebagian orang beranggapan bahwa Giant supermarket sasarannya adalah masyarakat dengan lapisan kelas menengah ke atas. Memang jika dilihat sekilas akan tampak seperti itu, padahal sebenarnya tidak. Sekarang ini para anak muda dan kaum millenial lebih suka mencari barang- barang import yang tidak ada di Giant supermarket. Itu juga yang menjadi alasan pihak Giant supermarket menutup beberapa gerai mereka dan memperbesar lini di sektor bisnis lain.

Adapun dampak yang ditimbulkan dari runtuhnya beberapa bisnis waralaba Giant dan penutupan 6 gerai ini juga cukup terasa bagi mereka yang berhubungan, salah satunya tentu adalah para pegawai yang terkena PHK. Ada juga beberapa masyarakat yang melontarkan kekecewaannya saat Giant akan tutup dan mengabarkan berita banyaknya diskon besar. Dimana, kenyataannya diskon yang diberikan hanya 5-20% saja.

Menanggapi masalah ini, mungkin pihak luar akan mengklaim bahwa pihak Giant bangkrut karena kalah saing dengan supermarket lain. Namun sebenarnya mereka menutup beberapa gerai adalah justru karena ingin menstabilkan lini bisnis mereka dan mengembangkan bisnis mereka di sektor lain selain makanan, yaitu GUARDIAN dan IKEA. Dimana, mereka akan berfokus kepada barang- barang kebutuhan rumah tangga dan bukan kebutuhan pangan yang persaingannya sangat tinggi.

Itu tadi informasi terbaru mengenai fakta di balik runtuhnya beberapa bisnis waralaba Giant. Meski begitu, jika Anda tetap ingin mencoba peruntungan di bidang bisnis waralaba, ada baiknya Anda tidak terlalu takut jika nantinya akan rugi ya! Di mana- mana yang namanya usaha atau bisnis, pasti akan ada untung dan ruginya. Untuk itu, Anda harus mempertimbangkan dengan matang saat ingin memulai bisnis atau usaha baru.