Jenis-jenis seri permodalan bisnis untuk startup (modal seri A - E)

Jenis-jenis seri permodalan bisnis untuk startup (modal seri A - E)

Jenis-jenis seri permodalan bisnis untuk startup (modal seri A - E)

 

Jenis-jenis seri permodalan bisnis untuk startup (modal seri A - E)! Seiring digaungkannya tentang revolusi Industri 4.0, perusahaan rintisan atau yang biasa disebut sebagai startup menjadi salah satu model bisnis yang banyak digandrungi oleh berbagai kalangan. Berbagai jenis startup pun mulai berkembang dengan keunggulan dan target pasar mereka sendiri-sendiri. Perusahaan rintisan ini sendiri bisa menjadi salah satu solusi terhadap berbagai jenis permasalahan yang ada di masyarakat.

Ada banyak sekali ragam jenis startup yang mulai berkembang di Indonesia. Mulai dari startup berbasis teknologi maupun juga yang non-teknologi murni. Semua perusahaan rintisan tersebut berlomba-lomba untuk merebut pangsa pasar yang masih terbuka cukup lebar seiring dengan perkembangan dunia digital dan akses internet yang semakin tidak memiliki batas.

Ragam Jenis Permodalan Bisnis Yang Ada Dalam Dunia Startup

Dalam rangka untuk meningkatkan persaingan, pengembangan, dan juga berkompetisi dengan startup lainnya dalam upaya merebut pangsa pasar, sebuah startup tentu tidak bisa lepas dari kebutuhan akan modal. Oleh karenanya, banyak sekali investor-investor yang bersedia menjadi mentor dan juga menjadi salah satu penyuntik dana dalam suatu seri permodalan bisnis untuk startup.

Pemodalan Bisnis Seri A

Setelah melalui tahapan pendanaan awal yang biasanya disebut seed funding atau pra seed funding, sebuah startup akan mendapatkan seri permodalan bisnis tipe A. Pendanaan Seri A adalah tahapan pendanaan yang digelontorkan oleh investor ketika sebuah startup sudah memiliki jasa atau produk yang sudah dapat diandalkan dan sudah memiliki konsumen atau pengguna.

Kisaran nilai pendanaan yang diberikan oleh para investor pada pendanaan Seri A ini adalah dalam kisaran rentang antara US$ 3 juta hingga paling besar sekitar US$ 10 juta. Pendanaan dalam tahapan ini biasanya digunakan oleh para founder startup untuk melakukan pengembangan produk mereka agar lebih bisa diterima pasar secara lebih baik.

Pendanaan Bisnis Startup Seri B

Setelah mendapatkan pendanaan Seri A, seri permodalan bisnis yang berikutnya adalah Seri B. Tujuan dari pendanaan Seri B ini biasanya untuk melakukan pengembangan target pasar yang lebih luas. Biasanya mereka menggunakan istilah scale up untuk kasus-kasus pengembangan seperti ini.

Untuk pendanaan Seri B biasanya uang yang digelontorkan oleh para perusahaan ventura atau investor adalah dalam rentang US$10 juta hingga US$25 juta.

Pendanaan Seri C

Ketika sebuah startup sudah mulai mendapatkan pendaan Seri C startup ini sudah mampu untuk mengelola perusahaan dan bisnisnya dengan target untuk mencapai keuntungan dengan target tertentu. Banyak pakar yang menyebutkan bahwa ketika perusahaan rintisan sudah mendapatkan seri permodalan bisnis dalam bentuk pendanaan Seri C, startup ini diproyeksikan sudah akan bisa melakukan IPO (Initial Public Offering) atau melantai di bursa saham.

Secara rata-rata, sebuah perusahaan rintisan dapat mengumpulkan minimal US$26 juta dana segar dalam suatu pendanaan. Bahkan tak jarang banyak yang bisa mendapatkan lebih banyak dana segar pada saat seri C ini.

Pemodalan Seri D

Pendanaan-pendanaan yang didapatkan setelah melewati tahap Seri C biasanya adalah pendanaan Seri D. Pendanaan yang didapatkan setelah Seri C biasanya adalah dana yang digunakan menguatkan perusahaan. Nilai yang diberikan pun bervariasi sesuai dengan kebutuhan. Sebuah starup bahkan bisa mendapatkan hingga US$100 juta dana segar dalam sebuah seri permodalan bisnis pada Seri D ini. Tentu hal ini juga bergantung pada kinerja dan prospek keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan ini.

Pendanaan Startup Seri E

Seri permodalan bisnis ini nilainya tidak jauh berbeda dengan nominal pendanaan pada Seri D. Suntikan dana segar yang diberikan oleh investor pada tahap ini juga berada pada rentang ratusan juga dollar.

Demikianlah seri permodalan bisnis yang biasa didapatkan oleh sebuah startup. Tentu masing-masing startup bisa saja memiliki alur pendanaan yang berbeda-beda. Ada beberapa startup yang bisa langsung mendapatkan pendanaan Seri A tanpa harus melalui tahapan pra-pendanaan terlebih dahulu.